Antibiotik, Berbahayakah?



Masalah tentang penggunaan antibiotic dengan berlebihan sudah jadi masalah yang utama di dunia sekarang ini. Hal itu dapat menyebabkan resistensi kepada antibiotik, para penelitipun mulai menemukan bahwasanya antibiotik berpotensi untuk menyebabkan perubahan pada tingkah laku jika antibiotik digunakan pada waktu yang panjang.

Penemuan inipun akan memberikan pengaruh yang signifikan mengenai bagaimana cara komunitas tenaga kesehatan dalam penggunaan antibiotic, jikalau perubahan tingkah laku terbukti terjadi kepada manusia. Obat yang sangat penting ini tentunya akan mengalami perubahan profil pada keamanan obatnya, dikarenakan efek sampingnya tidak hanya muncul pada jangka waktu yang pendek.

Perubahan sikap dan tingkah laku jangka panjang kepada tikus
Para peneliti dari Universitas McMaster, Kanada, mendapatkan efek paparan antibiotik kepada tikus. Tim peneliti ini memberikan penicilin V kepada tikus hamil dengan jumlah yang diberikan ke neonatus (rasio dasar dosis per berat badan). Tikus yang telah diberikan antibiotik ini lalu dibandingkan kepada kelompok lain yang telah menerima probiotik tambahan (Lactobacillus) dan diuji pada saat kedua kelompok tikus ini telah berusia dewasa.

Peneliti telah mendeteksi bahwa adanya perubahan sikap pada tikus bahkan sesudah mereka mencapai usia dewasanya, dan hal ini membuktikan adanya pengaruh obat jangka Panjang pada tikus. Tikus-tikus ini menunjukkan "gangguan pada sikap seperti perasaan gelisah dan juga perubahan pada sikap sosial, serta lebih agresif". Tim peneliti juga telah menemukan efek yang signifikan dan berkepanjangan pada mikrobiota usus, yang meningkatkan ekspresi sitokin ke korteks frontal dan juga mengganggu pembatas antara darah dan otak.

Kelompok pembanding yang telah menerima probiotik dari para peneliti menunjukkan outcome negatif yang lebih kecil, termasuk perubahan pada bakteri usus dan perubahan pada sikap. Hasil inilah yang kemudian menunjukkan adanya manfaat dari probiotik di dalam melindungi tikus.

Implikasi dari penemuan
Banyak sekali orang yang akan mulai bertanya apa yang akan terjadi jika hal ini terjadi kepada manusia. Pada titik ini, hasil dari pengujian kepada hewan hanya untuk mengindikasikan bahwasanya manusia juga bisa memberikan reaksi yang serupa terhadap antibiotik. Namun penulis senior dan ahli obat molekuler penelitian, john Bienenstock, mengatakan bahwa "Ada penelitian epidemiologi awal yang menyebutkan bahwa kondisi psikiatrik lebih banyak dijumpai jika penggunaan antibiotik ekstensif terjadi di usia yang lebih muda."

Namun kita juga harus tetap berhati-hati pada saat menginterpretasikan hasil dari penelitian. Seringkali juga, uji yang dilakukan kepada hewan tidak bisa disamakan dengan pengujian yang dilakukan kepada manusia, karena pada kedua spesies ini memiliki variasi fisiologis yang berbeda-beda.

meskipun telah ada pengujian kepada manusia yang juga mendukung hubungan antara antibiotik dan kondisi psikiatrik, tapi setiap penelitian juga harus diuji secara hati-hati sebelum dapat menarik kesimpulan yang akurat dan presisi dari penelitian tersebut.

Tenaga kesehatan memainkan peranan yang sangat penting
Di negara Malaysia, penelitian yang telah dilakukan berdasarkan data pada tahun 2014 menunjukkan bahwa adanya perbedaan dalam jumlah resep antibiotik di klinik umum jika dibandingkan dengan klinik swasta. Pada klinik swasta, mereka memiliki jumlah resep antibiotic yang lebih tinggi, berjumlah hampir 87% antibiotik yang telah diresepkan oleh fasilitas kesehatan tingkat pertama.

Karena itulah, tenaga kesehatan juga memiliki tanggung jawab serta kewajiban untuk mengurangi jumlah penggunaan antibiotik yang tidak perlu. Dan sekarang telah ada bukti penelitian, baik penelitian yang dilakukan pada hewan uji dan juga manusia, yang telah mendukung pentingnya untuk tidak memberikan resep antibiotik jika tidak terlalu di butuhkan.

Apoteker juga memainkan peran yang sangat penting dalam menyeleksi dan juga memastikan penggunaan antibiotik yang konsisten dengan panduan internasional dan lokal.

Posting Komentar

Distributed by Gooyaabi Templates | Designed by OddThemes